Senjata Terampuh
———————–
bagi Einsten, yang diadopsi oleh Junet beserta gank-nya, imajinasi jauh lebih penting daripada pengetahuan. *imajiner, sok intelek*
wikipedia sendiri menerjemahkan imajinasi “adalah kekuasaan atau proses menghasilkan citra mental dan ide. Istilah ini secara teknis dipakai dalam psikologi untuk proses membangun lagi persepsi dari benda yang dulu diberi di persepsi pengertian.” *ribet*
bagi saya, imajinasi, adalah senjata terampuh, dalam perang melawan realitas. *sok begawan, belagak resi*
bagi penguasa, imajinasi adalah subversiv. imajinasi itu berbahaya. imajinasi adalah teror. bahaya laten. musuh dalam selimut. *pmp banget*
hal ini dicontohkan dengan razia tadi sore. dengan ketakutan, atau menterjemahkan ketakutan atasannya, banyak aparat menggeledah dan merazia setiap pelintas. di sebuah titik di Jakarta. tentu, sang teror pelaku subversif dan bahaya laten itu tidak ditemukan.
sia-sia? tidak juga. buktinya beberapa pelintas tanpa keterangan jelas harus rela diinterogasi. ujung-ujungnya semua sudah tahu.
yah, hanya dengan imajinasi, semua realitas runtuh. namun, tatkala realitas sudah menjadi darah dalam daging, menjadi udara dalam setiap asupan, di mana kita akan berpijak?
tentu, kita semua berharap, negeri ini tidak dibangun di atas pondasi kecurigaan. imajinasi dan syakwasangka.
negeri ini haruslah dibangun dengan dasar kepercayaan, saling menghargai. dan jelas, rasa saling menghormati sesama anak bangsa.
jangan tiba-tiba menghentikan seseorang dengan kasar di sebuah jalan, hanya karena “lha anda berwajah residivis. gondrong lagi.”
imajinasi yang ada di benak aparat itu tadi malam, adalahs enjata terampuh untuk merenggut kepercayaan saya pada ilmu analisa paling canggih sekalipun.
-kecewa gw, dituduh macem-macem hanya karena berambut gondrong-


No comments yet.