Untuk N
Ingin rasanya aku ucapkan kata-kata terdalam yang memang harus kukatakan kepadamu, tapi aku tak berani; aku takut engkau akan tertawa.
Itulah sebabnya mengapa aku tertawakan diriku sendiri, dan kulebur rahasiaku dalam gurauan. Kuringankan kepedihanku. Karena aku takut: engkau akan melakukan hal yang sama kepadaku.
Ingin rasanya aku katakan kata-kata paling benar yang hendak kusampaikan kepadamu, tapi aku tak berani. Aku takut engkau tidak akan mempercayainya.
Itulah sebabnya mengapa aku kaburkan kata-kataku dalam dusta, mengatakan yang sebaliknya dari apa yang aku maksudkan.
Kujadikan kepedihanku tampak aneh. Karena takut engkau akan menjadikannya hal yang serupa untukku.
Ingin rasanya aku gunakan kata-kata paling tepat yang kusediakan untukmu,
tapi aku tak berani. Aku takut ia tidak akan terbalas dengan harga yang setara.
Itulah sebabnya kupakai kata-kata yang kasar kepadamu dan kusombongkan kekuatanku kukuh padu.
Kulukai dirimu, karena takut engkau belum pernah mengenal rasa kepedihan.
Ingin rasanya aku duduk membisu di dekatmu,
tapi aku tak berani. Aku takut kalau hatiku meluncur ke bibirku.
Itulah sebabnya aku berbicara melantur-lantur tak tentu arahnya dan menyembunyikan hatiku di balik kata-kata.
Kuperlakukan kepedihanku dengan kasar.
karena aku takut kekhawatiranku menjadi tampak olehmu.
(Radindranath Tagore)


aseli….
gak ngerti
N aja y ngerti kayaknya
;))
aku bener-bener prihatin atas nasibmu yang jadi korban dimana-mana *big hug*
# dudi : makasih dude, kamu baeeeek sekali. *terharu*