Burung Koordinator
Untuk BS, seorang konsultan di BNA.
Suatu hari, ada orang berjalan-jalan ke Pasar Burung. Untuk memudahkan, sebut saja namanya Si Fulan. Di sana, tentu saja, ada banyak burung yang dijual. Si Fulan tertarik melihat kios khusus Burung Beo. Sebagaimana kita tahu, Burung Beo menarik karena bisa bicara. Lantas, dia mendatangi kios Burung Beo itu dan mengamati sangkar seekor Burung Beo yang terlihat sedang menyanyi.
“Pak,” tanyanya pada Sang Penjual Burung, “Berapa harga burung ini?”. Sang Penjual Burung menjawab sambil lalu, “Satu juta, karena dia bisa menyanyi”.
“Kalau yang ini?” tanya Si Fulan lagi sambil menunjuk ke Burung Beo lain di samping Burung Beo penyanyi. Sang Penjual Burung melihat sekilas, dan menjawab, “Dua juta, dia bisa menyanyi dan menari”.
“Kalau yang satu ini?” tanyanya sambil menunjuk ke Burung Beo lainnya lagi. Sang Penjual Burung berdiri, dan menjawab, “Lima juta, karena dia bisa menyanyi, menari dan berdeklamasi”.
“Duh, kok mahal-mahal ya?” kata orang yang pengen punya Burung Beo itu. Sebelum beranjak keluar dari kios burung, orang itu melihat ada sebuah sangkar yang tersembunyi di belakang sangkar-sangkar Burung Beo yang hebat-hebat tadi. Dalam sangkar yang tidak mencolok itu, terlihat ada seekor Burung Beo sedang duduk, lemas dan seakan tak berdaya.
“Wah,” kata Si Fulan dalam hati, “pasti murah nih. Burung loyo dan tidak populis.”
“Bang, kalo Burung Beo yang di pojok belakang itu 100 ribu yah?” tawarnya langsung ke Sang Penjual Burung. Sang Penjual Burung merasa tersinggung dan menjawab,” Tidak bisa! Burung di pojok itu justru harganya 50 juta!”
“Sebab,” sambung Sang Penjual Burung, “Burung Beo di pojok itu adalah burung koordinator burung-burung lainnya. Tanpa dia, semuanya tidak bisa kerja.”


BS = Burung Suwandi ?? emang kunam e samean iso koordinasi kapan ereksine ?
1# korbannya burung BS dah banyak bo.
oalaaah… itu pasti otak aktivis..
kok koyone aku pernah mendengar kisah ini ya…. ;)) hehehe…