Indonesia: Negeri Paling Seksi
Kemarin, saya melihat miniatur Indonesia paling seksi yang pernah saya lihat.
Bukan di Taman Mini Indonesia Indah. Bukan pula di iklan rokok yang tayang di tivi. Bukan di lembar brosur pariwisata. Tetapi di sebuah mesin bajaj.
Begini ceritanya.
Dalam perjalanan dari Utan Kayu ke Lapangan Ros, saya dan Edy naik bajaj. Setelah tawar menawar, harga pas, bajaj pun tancap gas. Namanya juga bajaj, ditancap semaksimal mungkin, hanya suaranya yang ikut maksimal. Kecepatannya? Tentu saja optimal. Maksudnya ya segitu-gitu aja.
Di tengah jalan, tiba-tiba mesin mati. Bajaj pun terpaksa minggir. Tanpa permisi pada konsmen di belakang, Pak Sopir Bajaj membuka jok depan untuk memeriksa mesin. Saya dan Edy melongokkan kepala ke depan, penasaran dengan mesin bajaj. Dan, wow, mesinnya -jika masih bisa disebut mesin- Indonesia banget. Penuh dengan oprekan. Tambal sulam.
Kabelnya diganti kabel telepon. Kaitan ke busi diberi tutup tas kresek. Mur yang hilang diganti dengan kawat rem sebagai penahan. Pipa bensin yang bocor ditambal dengan bekas stiker. Mesin yang standarnya berwarna silver tampak kelam dengan kotoran di setiap sela yang memungkinkan kotoran masuk.
Sayang saya terlambat memotret karena proses perbaikannya yang sangat cepat. Pak Sopir Bajaj hanya membutuhkan sebuah paku panjang untuk meng-ogrok-ogrok (apa Bahasa Indonesia yang mangkus dan sangkil untuk ini ya? - Red.) sebuah lubang. Stater lagi, dan tancap gas lagi. Tetap konstan dengan kecepatan optimal sebuah bajaj. Melihat tempat penyimpanan paku panjang di dashboard bajaj tersebut serta Pak Spir Bajaj yang langsung tahu masalahnya, saya yakin, kerusakan seperti ini sudah sering dialaminya.
Lalu, tiba-tiba saja saya melihat Indonesia di mesin bajaj tersebut. Sebuah area yang penuh tambal sulam. Penuh solusi sementara. Perencanaan dan solusi jangka panjang sama sekali tidak penting. Rencana strategis hanyalah sebuah dokumen tebal yang menjadi sarang debu. Bertindak taktis dengan mengalahkan kepentingan strategis adalah solusi paling ideal di negeri kita.
Mau contoh? Pelebaran jalan tol untuk mengatasi masalah akses dari dan ke bandara Soekarno Hatta misalnya. Dengan alasan akses sering terhambat karena banjir, maka jalan tol bandara dilebarkan dan ditinggikan. Wilayah resapan air, yang ada di kanan kiri jalan tol diberangus. Padahal, dengan memperbanyak kawasan resapan air dan melindunginya, banjir bisa saja kita hindarkan.
Mau contoh lain? Penggunaan software mahal yang kita gunakan daripada menggunakan open source yang gratis. Berdalih lebih mudah, kita tak mau berpaling ke open source. Padahal, dengan menggunakan open source, biaya bisa ditekan. Jauh ditekan. Sulit? Relatif. Dengan belajar, bukankah semua bisa dihadapi? Hanya alasan kemudahan lalu berjuta dolar dari negeri miskin berpindah ke tangan orang terkaya di dunia. Anak bangsa bisa bikin sendiri, malah cari dari tampa yang jauh. Ada juga lembaga atau institusi yang merasa kurang berkembang dan selalu dirundung masalah. Solusi yang diambil, merekrut sumber daya baru. Masalahnya, seringkali yang direkrut adalah orang-orang dewasa tua. Padahal, anak-anak muda yang jauh lebih progresif banyak tersedia. Solusi lainnya, mengumpulkan semua orang di lembaga tersebut, dan yang tua diminta berpidato memberi pengarahan. Atas dasar senioritas dan kesungkanan, orang-orang tua dipakai sebagai solusi. Padahal, mana ada sih lembaga yang maju dengan diisi orang-orang tua sebagai penenetu kebijakan? Begonya, yang tua juga belum sadar diri. Masih saja merasa paling benar dan merasa berhak mengabaikan suara-suara dari anak muda.
Apakah saya kemudian merasa menyesal lahir dan tumbuh di Indonesia? Tentu saja TIDAK. Dengan menjadi bagian dari bangsa Indonesia, saya dan Anda, berkesempatan menjadi bagian unik dalam sejarah sebuah bangsa. Dengan menjadi bangsa Indonesia, saya merasa seseksi Mulan Jameela. Bisa menarik, segar dan memunculkan birahi. Melahirkan inspirasi. Selalu bergerak. Selalu dinamis. Kita lahir dan tumbuh menghadapi tantangan setiap hari. Kita berpikir dan bertindak untuk menghadapi tantangan sampai malam hari, bahlan sampai keesokan harinya.
Jika lahir di sebuah negeri yang sudah mapan semuanya. Tentu hidup menjadi garing. Tanpa tantangan. Semua indah dan tertata.
Tak ada lagi paku panjang di dashboard dan suara makian dari pengendara lain. Sepi.
Otakmu sexy,
itu terbukti dari caramu memikirkan aku
Matamu sexy,
itu terbukti dari caramu menatap aku
Bibirmu sexy,
itu terbukti dari caramu cium pipiku
Bibirmu sexy,
itu terbukti dari caramu sebut namaku
Haruskah seperti ada
di dalam penjara cintamu?
Kamulah makhluk Tuhan
yang tercipta yang paling sexy
Cuma kamu yang bisa
membuatku terus menjerit
ouww…ouww…ouww…
ouww…ouww…ouww…
(Mulan Jameela, Mahluk Tuhan Paling Seksi)
Indonesiaku seksi. Itu terbukti, dari tantangannya yang setiap hari silih berganti. Membuatku selalu rindu dan berahi untuk mencari solusi.
Indonesiaku seksi sekali. Itu terbukti, dari bentuk jalan hidupnya yang tidak datar. Membuatku selalu ingin menelanjangi dan melihat, apa sebenarnya masalahmu.


mengorek-orek. eh itu kalo mengogok-ogok. seperti misalnya mengogok-ogok teles
santai wan … sepuluh tahun lagi awakmu udah termasuk kategori tua kok … udah bisa manggung … kekekekeke
mas wandi aku kutip trus tak jadiin surat berantai buat di posting di milis yaaaaaaaaaaaa….
# Uchie
Silahkan…