Burung Koordinator v2
Ternyata, kisah Burung Koordinator yang pernah saya tulis, ada versi lainnya. Sebenarnya bukan versi lain sih, tepatnya cerita yang mirip muatannya. Cerita ini saya dengar dari Mey My Rinda. Istri saya.
Begini ceritanya.
Alkisah, Baginda Raja Antah Berantah tengah bersantai di Balairung Istana. Di kanan kirinya, ada dua dayang-dayang tengah mengipasi. Di pangkuannya, duduk mesra salah satu selir yang masih muda dan mont bahen seksi tengah menyuapi Baginda dengan buah-buahan segar. Sedangkan Sang Perdana Menteri tampak bermain golf di halaman Balairung Istana.
Sayup-sayup, Baginda Raja mendengar percakapan dua orang prajurit di belakang singgasana.
Prajurit satu berkata pada temannya, “Enak ya jadi Perdana Menteri. Meski sama-sama pegawai kerajaan kayak kita, kerjanya santai banget.”
“Iya,” timbal Prajurit kedua, “Kerjanya cuman ngobrol, kasih pendapat ini itu, dan main golf kayak sekarang ini. Menjengkelkan ya? Dunia tidak adil.”
Baginda Raja yang tak sengaja mendengar percakapan ini hanya tersenyum. Dan memanggil kedua prajurit itu. Lalu Baginda Raja memerintahkan keduanya pergi ke seberang istana, melihat anjing yang tengah menyalak terus-menerus.
Saat kedua prajurit itu kembali, Baginda Raja bertanya, “Ada apa di seberang istana?” Prajurit satu menjawab, “Ada anjing berkelahi.” Lalu Baginda bertanya lagi, “Ada berapa ekor anjing di sana?” Kedua prajurit itu saling berpandangan dan kemudian langsung lari ke seberang istana untuk memeriksa kembali.
Kedua prajurit itu kembali dengan terengah-engah, dan menjawab, “Ada 6 ekor, Paduka!” Baginda Raja bertanya lagi, “Warnanya apa saja?” Kedua prajurit itu, tanpa pamit, langsung lari ke seberang istana untuk memeriksa kembali.
Prajurit satu yang datang lebih dulu langsung melaporkan, “Dua ekor berwarna abu-abu, seekor hitam, tiga ekor putih, Paduka!” Prajurit kedua meralat, “Tepatnya tiga ekor itu putih belang coklat, Paduka!” Baginda Raja tersenyum dan bertanya lagi, “Yang jantan berapa?” Kedua prajurit itu, tanpa memperdulikan kanan kiri langsung kembali berlari ke seberang istana untuk memeriksa ulang.
Sekembalinya kedua prajurit itu, Raja memerintahkan keduanya diam dan duduk. Lalu Raja memanggil Perdana Menteri dan berkata, “Perdana Menteri, coba kau lihat anjing-anjing yang menyalak di seberang istana.” Perdana Menteri menganggukkan kepala dan langsung berangkat.
Sekembalinya Perdana Menteri, Raja bertanya, “Wahai Perdana Menteri, apa yang kau lihat di sana?”
Perdana Menteri menjawab, “Ada 6 ekor anjing sedang berkelahi memperebutkan tulang. Dua ekor berwarna abu-abu, seekor hitam, dan tiga ekor belang putih coklat. Dua jantan, yang berwarna abu-abu dan hitamlah yang sedang berkelahi dan saling menyalak, Paduka.”
“Oh ya,” lanjut Perdana Menteri, “Sepertinya dua betina yang belang putih coklat bunting.”
Baginda Raja tersenyum puas dan menoleh pada kedua prajuritnya. “Kalian tahu sekarang, mengapa dia menjadi Perdana Menteri, bukan?”
Pelajaran apa yang bisa kita peroleh?


gak ngerti wan maksudnya apa ??
emang anjingnya siapa yang ngasuh ??? itu anjingnya siapa ??? terus kenapa anjingnya ada diseberang istana ???
loh ini ceritanya membahas burung atau anjing sih ??
#pelajaran apa yang bisa kita peroleh??#
emang ente biasa belajar kepada anjing gitu ???
*geleng-geleng pala heran*