Blink: Kemampuan Berpikir tanpa Berpikir
Buku satu ini unik dari cara penyajiannya. Tidak ada kesan menggurui sebagaimana buku psiko-POP atau buku-buku manajerial lainnya. Kesan yang muncul justru inspiratif. Membuka benak mengenai kenyataan yang selama ini kita tahu, tapi kita tidak bisa merumuskannya. Mengenai bagaimana melihat sesuatu dari angle yang lebih baik.
Buku setebal 316 halaman ini ditulis oleh Malcom Gladwell. Dan diterbitkan oleh Gramedia. Serta, tentu saja, dijual mahal
Hi Gramed!
Uniknya lagi, selain disertai contoh hasil-hasil riset yang mengagumkan, setiap bab dalam buku ini diawali dengan fakta-fakta yang sangat menarik. Lebih menariknya lagi, fakta-fakta yang disampaikan di setaip awal bab merupakan kejadian yang jarang diketahui publik.
Misalnya tentang Kenna. Kenna adalah seorang musisi rock. Para tokoh-tokoh dunia musik kelas kakap mengatakan bahwa Kenna akan merubah dunia dengan musiknya. Padahal mereka tidak mendengar semua lagu Kenna. Ribuan orang berjubel di pentas-pentas yang diadakan oleh Kenna. Kenna, seorang anak imigran Ethiopia, menjadi gunjingan dunia musik. Bahkan produser U2 mengundangnya ke Irlandia untuk menyanyi secara langsung di hadapannya. Tapi ternyata riset pasar bicara sebaliknya. Musik Kenna dianggap tidak bernilai jual.
Atau misalnya riset tentang alam bawah sadar. Sekelompok mahasiswa dijadikan percobaan. Satu demi satu mahasiswa ini disuruh masuk ke sebuah ruang di ujung sebuah koridor. Dalam ruangan tersebut ada beberapa kalimat acak yang sederhana. Setiap mahasiswa peserta uji coba ini diminta mengurutkan kalimat acak tersebut menjadi sebuah kalimat utuh yang memiliki arti. Yang tidak disadari oleh para mahasiswa tersebut adalah, dalam setiap kalimat disisipkan beberapa kata yang identik dengan usia tua. Misalnya lonely, silently, wringkle, old, gray, bingo dan sebagainya. Hasilnya, begitu keluar dari ruangan ujian, sepanjang koridor tersebut mayoritas mahasiswa bergaya seperti orang tua. Setidaknya berjalan lamban. Apa jadinya jika setiap hari anak-anak kita ditanamkan kalimat-kalimat bejat dalam sinetron coba?
Masih banyak contoh riset yang sangat masuk akal namun unik dan orisinil dalam buku ini. Buku ini cocok dibaca oleh setiap orang yang seringkali bertemu dengan beragam kalangan untuk membuat keputusan.
Sebagai penutup, ada sedikit ironi dalam proses kepemilikan buku ini. Saya diberi buku ini oleh Wibi (Wandi Wanna Be). Seseorang yang saya tahu persis tidak pernah berpikir…


lha, bersyukurlah wibi yang memberi, itu artinya dia udah berusaha untuk berpikir.
itu aja dipikirin ya walah ka ga usah pkirin ya toh
wibi bisanya memberi tanpa berpikir
wan, nyilih bukune wan ..
biasane donlot, saiki nyilih…
hihi Wibi yg itu yang ngasih? memang dia gak pernah mikir kalo ngasih..
ada yg versi gratisan gak wan?
wehhh… boleh pinjem mas wandi?
kesan pertama…!boleh juga
bodoh kali memang si wibi itu, nggak pernah mikir. Tapi lebih bodoh lagi kalau mikirin orang yang nggak pernah mikir, pakai ditulis di blognya lagi!!!
@ falevi
paling bodoh ya orang buka blog orang yang ga mikir membaca buku pemberian orang ga pernah mikir. bangsat lu bos!