Penjiplak dan Peniru
Apakah penjiplak skripsi dan pemalsu Rolex itu sama? Kebanyakan dari kita akan menjawab bahwa keduanya sama. Keduanya melakukan perbuatan terburuk: memalsu, meniru dan mengelabui. Tentu saja, perbuatan yang dilakukan oleh penjiplak skripsi itu adalah perbuatan tercela, hina dan nista.
Padahal, sesungguhnya, penjiplak skripsi dan pemalsu Rolex adalah dua profesi yang sangat berlawanan. Sangat kontradiktif.
Penjiplak skripsi, akan menguburkan dalam-dalam pemilik naskah aslinya. Dan, ia akan mengangkat dirinya sendiri dalam produk skripsi tersebut. Sedangkan pemalsu Rolex akan melakukan tindakan yang berbeda. Ia justru mengubur dirinya di balik produk palsu bikinannya. Pernahkah ada pemalsu Rolex menuliskan merek Rolex by Si Badu dalam produk palsu bikinannya? Tentu tidak, bukan?
Kemudian, tuduhan bahwa meniru, menduplikasi serta replikasi adalah hal yang buruk juga tidak tepat. Jika aktifitas meniru, menduplikasi dan replikasi dilarang, maka kebudayaan serta peradaban manusia tidak akan pernah ada.
Bayangkan, Si Fulan dari Minangkabau membuat Rumah Gadang dengan bentuknya yang khas. Lalu Ki Sanak, tetangganya, juga hendak membuat Rumah Gadang dengan bentuk sama. Lalu Si Fulan marah dan melarang Ki Sanak membuat Rumah Gadang yang mirip dengan miliknya. Maka, hari ini, Rumah Gadang tidak ada. Mungkin rumah-rumah di Minang sana bentuknya kubus, oval, bergerigi dan sebagainya. Tidak ada yang sama. tidak ada ciri khas.
disarikan dari celotehan Idaman Andarmosoko.


kalo kamu itu apa? sudah peniru menjiplak pula…
ilustrasi yang menarik. seneng saya bacamya. makasih, kawan.
Wah, disamperin Paman Tyo… Makasi dah mampir Paman…
sugeng mampir mas wandi,
tren kapitalisme lanjut khan gitu mas…kalau dulu komunal, sekarang individual. Coba kalau si fulan, mbikin rumah gadang tahun 2008, dan ki sanak menirunya, pasti kena pasal Hak Kekayaan Intelektual deh.
tolong donk, tulisannya dispesifikin lagi supaya bisa di jadiin sumber yang akurat.