Jablai
Dulu, saya sering berpelukan saat bersua dengan teman atau saudara yang lama tak berjumpa. Namun kini, saya jarang merasakan indahnya pelukan pelepas kangen itu. Momentum ini sirna karena kehadiran sebuah aplikasi yang biasa disebut instant messenger.
Bagaimana bisa kangen kalo sejam lalu masih bercakap di dunia maya? Bagaimana bisa rindu jika setiap hari bertemu? Bener lho, teknologi telah mengauskan sisi keterkangenanku. Sensasi remuk redam karena rindu jadi kurang afdol. Jadi kurang melekat di dada.
jadilah saya jablai. Jarang dibelai. Karena emoticon telah mengganti pelukan itu. Sial!
Oh ya, indahnya pelukan saya rasakan kemaren malam. Dengan anak istri berpelukan sampai pulas. Bukan sekedar karena sama-sama jablai, tapi karena juga suhu yang menggigit di Batu. City of angels.


siap-siap disamperin trafik “jablai” dari google search kekekeke
@ Epat
Koyok blogmu yoh? Traffic gede karena posting berbau selangkangan…
Selangkangan = Sistem Lelang Bayar Belakangan