Sambel Goreng Jempol
Saya mau melakukan sebuah hal yang jarang saya lakukan: pengakuan akan kelemahan. Karena besarnya ego, gengsi dan jaim saya. Saya mau mengaku kalau saya cantengan. Ya, cantengan. Itu lho, kuku yang masuk ke dalam daging jari. Kemudian infeksi dan kumuh. Penyakit kaum miskin deh, kata seorang seleb. Parahnya lagi, cantengan di jari kaki ini sudah menahun. Alias pengulangan dari tahun-tahun sebelumnya.
Sebulan ini, rasa sakit di jempol kaki kanan semakin menjadi. Padahal, hampir setahun lalu kuku yang cantengan ini sudah dicabut. Tentu saja tidak seperti dicabut di bilik interogasi. Lha wong ini pake dokter, peralatan steril dan obat-obatan.
Mumpung di depan internet, saya coba Googling cantengan dan cara pengobatannya. Siapa tahu, ada cara mudah dan murah serta menyenangkan untuk menghilangkan cantengan. O la la… Hasil penemuan Paman Google sungguh mencengangkan.
Berikut 10 keanehan hasil pencarian mengenai cantengan:
1. Kebanyakan menyarankan diobati dengan rempah atau bumbu-bumbu dapur. Dari jahe, bawang merah, minyak kelapa, garam sampai kunyit. Bahan disangrai, digiling, dibakar. Ini salah satu “resepnya“.
2. Kebanyakan menjalankan pengobatan sendiri.
3. Ada yang parah. Cantengan itu memiliki kenikmatan tersendiri.
4. Hanya segelintir yang menyarankan pengobatan berbasis medis yang resmi dan bertanggung jawab: dokter.
5. Ada yang akrab dengan cantengan, lalu memberi nama panggilan sayang pada cantengan: cathy.
6. Bahasa Inggris cantengan -katanya- adalah whitlow. Namun, saya lebih suka menyebutnya ingrown toenail.
7. Ada yang mendokumentasikan proses operasi cantengan di kakinya sendiri.
8. Kebanyakan cantengan di kaki, diderita oleh jempol kaki kiri.
9. Kambing hitam cantengan ada dua: sepatu sesak dan luka di sekitar kuku. Kalau saya curiga, cantengan yang saya derita karena faktor lain: apes.
10. Banyaknya cantengan tidak menyurutkan keinginan orang memperoleh gelar jempolan.
Lha ini gimana coba? Saya mau mencari cara mengobati jempol kaki dari cantengan kok malah ditawarin dikasi bumbu. Mau masak sambel goreng jempol? Oalah, sekarang giliran kepala saya yang senut-senut…
Tapi setidaknya bukan mulut saya yang senut-senut… Bisa mati sandang pangan kalau ini terjadi. *lirik para tukang kebun yang jempolan*


Selalu ada petuah dari nenek moyang terhadap nama “Ibu” Jari.
Karena bisa berawal dari sana
Diluar kata djempolan tak sedikit orang yang mabuk kepayang dibuatnya termasuk “Mata” hati yang mustinya mampu melihat lebih dalam makna dari pada sekedar kata.
Djempol memang tak sekedar simbol namun memiliki makna yang kadang mudah dan tak sedikit yang susah untuk dipahami.
Maka janganlah terlalu mudah memberikan djempol anda…
lha jempol-nya aja udah cantengan. Ibu dari segala jari tuh. wajar aja kalo jari yang lain ikut-ikutan rusak, apalagi jari tangannya. Udah “kemana” aja tuh jari?
@dudi : jari tengahnya sudah dipake untuk mencicipi “masakan khas” setiap kota yang wandi kunjungi, paling…..
Jari dan Jempol, kepala di goyang….Mambu!!
Jari dan Jempol, kepala di goyang….Gedek..gedek…oalah le..le…ngupil kok pake jari jempol?
kwepet!!!
Kalo jempolnya banyak dibumbui masi enak dipandang, kyak sambel goreng ati/kentang.. lah ini cuma satu, repot bener bumbuinya…
saya juga cantengan gak tau obatnya apa ?
katanya seh di injek bisa sembuh…
tapi malah parah T.T
cantengan itu sakitnya minta ampun …
melebihi dari sunat hahahaha