Konsultan
sebuah cerita dari HB dan BB di NAD
Di sebuah hari yang terik, seorang bapak tua (Pak Badu, sebut saja begitu) sedang menggiring sekawanan sapi melintas jalan desa. Dari mobil mewah berlogo lembaga asing, keluarlah seorang bule. Sebut saja namanya John Doe. Dengan ramah, John Doe menyapa Pak Badu dengan Bahasa Indonesia ter-Cinta Laura terbata-bata, “Bolehkah chaya menebak jumlah chapi Andha? And if benar, chaya akan memincha cheekor chapi. How?”
Pak Badu terdiam sesaat dan menjawab, “Silahkan.”
John Doe terdiam 3 menit dan berkata degan dahi berkerut, “Jumlah chapi Andha 182 ekor. 97 ekor bechina and chichanya janchan.” Pak Badu berkata, “Anda benar. Ini saya beri seekor sapi jantan.”
John Doe tersenyum dan menggiring sapi pemberian Pak Badu ke dalam mobil mewah berlogo lembaga asing yang dikendarainya.
Tapi, Pak Badu menyusulnya dan bekata, “Mister, saya akan menebak profesi Anda. Jika benar, sapi dan mobil Mister buat saya. Bagaimana?” John Doe mengernyitkan alisnya dan menjawab, “Sure! Cilahkan…”
Pak Badu menjawab secara cepat dan tegas, “Mister adalah seorang konsultan.” John Doe heran dan bertanya, “Bagaimana Andha tahu?”
“Sebab, Anda memberitahu saya sebuah hal yang saya sudah pasti tahu sebelumnya,” jawab Pak Badu, “dan Anda meminta bayaran untuk itu.”
*konsultan: dikongkon usul dibayar kontan (disuruh usul dibayar kontan)*


Jan*** mantabs mas ta quote ah istilah konsultannyah , kok kayaknya menarik dikongkon usul dibayar kontan :))
oh iya kelupaan mas
Pertamax yah , walaupun mahal tetap pertamax!!!
selain iku sek onok maneh, konsultan: kongkonan’ne wong kesulitan.
100% benar.

Dan kalo pembayaran yg “kontan” ini macet.. nasib konsultan benar2 dalam “konsulitan”..