Enaknya Menjadi (Teman) Orang Penting
menjadi orang penting itu baik,
tapi lebih penting menjadi orang baik.
(Anonymous)
Siapa sih yang tak ingin menjadi orang penting? Menjadi seleb? Masuk infotainment, ditonton berjuta mata, populer. Dan -pasti- memperoleh keistimewaan di mana-mana. Saya pernah menjadi bagian dari poin terakhir ini: memperoleh keistimewaan di mana-mana. Dan, berikut ini adalah beberapa kisahnya.
Dalam sebuah penerbangan maskapai murah di kelas ekonomi, saya pergi bersama seorang selebriti ke daerah terpencil. Begitu tahu ada seleb datang, kami di-upgrade menjadi kelas bisnis dengan beragam keunggulannya. Orang awam, silahkan menikmati kursi sempit dengan minuman gelas plastik dan roti kering saja.
Dalam rangka shooting sebuah program televisi, saya ikutĀ pergi sebuah daerah yang hanya dilayani oleh maskapai lokal dengan pesawat kecil. Kami boleh masuk dalam kokpit. Orang awam, silahkan membayangkan saja.
Di sebuah bandara menuju ke rumah, saya nebeng seorang pejabat. Jalanan yang biasanya macet terlihat lengang karena mobil bisa melaju kencang setelah dibuka oleh voojrider dengan sirene mengaung. Orang awam, silahkan bete dan mengumpat dalam hati saja.
Yang terbaru, seorang wartawan senior di media online yang juga tokoh berpengaruh di dunia telekomunikasi, mengalami kasus. Beliaumengalami kejadian tidak mengenakkan dengan sebuah operator besar. Dasar orang online, kejengkelannya ditulis di Facebook. Tentu saja jajaran pucuk pimpinan operator ini gerah. Masak dikomplain secara terbuka oleh tokoh telekomunikasi. Lalu, datanglah sebuah ajakan untuk ngopi-ngopi. Dan, semua hal bisa didialogkan. Keluhan langsung ditanggap oleh para pimpinan perusahaan telekomunikasi tersebut secara up, close dan personal. Orang awam, silahkan mengeluh di mesin penjawab telepon pada hotline layanan pelanggan.
Namun, pasti ada juga sisi ga enaknya jadi orang penting dan populer. Apa aja kira-kira? Saya tidak berhak menjawab. Lha wong saya hanya temannya selebriti.
Saya sendiri, setelah mereguk kenikmatan menjadi (teman) orang penting, memilih untuk menjadi orang baik saja.
Seorang kawan pernah berkata, tidak enak menjadi Gunernur, Bupati, atau Menteri. Lebih enak menjadi temannya.


wakakaaka berarti lu temennya gua dong?
*ngacirrr sambil nunggu undangan ngupi ngupi 
Mas Wandi, (kok aku manggil namaku sendiri yah)
Lam kenal mas. Hebat yah riwayat hidupnya…. Ngemeng-emeng harga dan merk kacamatanya belum disebutin mas
Ayo dong update terus blognya. Nih udah Maret kok belum ada hot postnya? 
Wes Males Ngeblog a Bos…..? Opo Ya opo…? Ra tau gelem nulis nang blog malah Facebook’kan ae tak kaplok lo…. Uruk’i arek2 ae…. genok seng nulis nang blog saiki, Orang Indonesia itu 95% Take it, cuman 5% yang Given…. iki seng tuwo malah nguruki ra bener….