Archive for the ‘Curahan Hati’


Kau Angin

Semula aku sangka kau gelombang
tapi setiap kali aku renangi
kau menggasing bagai angin
Peluh membuncah dan ruh dan tubuh gelisah
adalah ibadah bagi Cinta tak berjamah
Di situ, kunikmatkan teduhmu
sesekali sebelum kau berhembus pergi
(more…)

My Way

And now, the end is near,
And so I face the final curtain.
My friends, I’ll say it clear;
I’ll state my case of which I’m certain.

(Frank Sinatra, My Way)

Kawan, jalan ini harus kutempuh. Aku pamit. Aku harus kembali ke jalanku sesungguhnya. Jalan yang sangat kurindukan. Jalan yang selalu merebak dalam benak. Jalan yang sangat kurindukan.
Aku pamit kawan. Semoga kelak ada persimpangan lagi, di mana kita kan bersua.

(more…)

Dua Dunia Satu Lumpur

Mengenang 2 tahun lumpur Lapindo

Saya akan menyajikan dua buah potret yang sangat indah. Satu potret berisi gambar keindahan tiga orang wanita yang sama-sama cantik, kaya, (sepertinya) smart, seksi dan sangat enak dipandang. Satu lagi potret berisi gambar keindahan semangat dan solidaritas anak bangsa di tengah derita.
Keduanya ada di dunia yang berbeda. Namun, jika kita lihat nama-nama wanita ini, dan siapa gambar satunya, maka kita akan paham. Bahwa keduanya hidup berhubungan. Bahkan erat terkait.
(more…)

NGO: Nih Gagalnya Organisasi

Saya tergolong newbie di dunia LSM atawa NGO. Belum lebih dari 3 tahun saya terlibat aktif. Memang, di Malang dulu saya sempat masuk dalam dunia NGO. Namanya Khatulistiwa. Saya terlibat di Khatulistiwa diajak oleh Mas Bambang, Uconk, Mbak Dyah dan Bachtiar. Merekalah yang mengajari saya meta plan, memfasilitasi, cara kerja dan semangat volunter serta manajemen NGO. Thx guys! I do miss u all. Termasuk juga para volunter yang tergabung dalam Mitra Alam Khatulistiwa (Tralawa), PLAT N (Peduli Lingkungan -T-nya apa ya?- Ngalam), Yayasan Semesta Biru, Pakarti (Pendidikan Keanekaragaman Hayati) dan MAS FM.
Kini, Khatulistiwa sudah lelap dalam tidur panjangnya. Tapi semangatnya masih kami abadikan dalam sebuah situs bernama www.khatulistiwa.info.
(more…)

Tuhan Pun Baca Blog

Dalam posting ini, saya tidak akan mengomentari komentar salah satu pakar telematika pelawak digital mengenai blogger yang identik dengan perusak situs-situs di Indonesia. Namun, saya akan bercerita mengenai jawaban salah satu posting saya, dari Tuhan. Intinya, bagaimana sebuah blog bisa menjadi ajang antara Tuhan dan umatNya.

Begini ceritanya.
(more…)

Atas Nama Ayat Suci dan Atas Nama Cinta

Orang, setidaknya saya, kalau sudah ada maunya, segala cara serasa halal ditempuh. Mau menikah lagi,  pinjem ayat suci untuk melegalkan hasrat bercumbu. Mau mengawini banyak wanita, poligami, menabur ayat suci untuk mengesahkan keserakahan.

Parahnya, ayat suci yang sudah dijadikan kemasan keserakahan itu kini laris manis.

Bersahabat dengan Kacamata

Bagi saya, kacamata adalah sebuah organ tubuh. Sudah seperti kelopak mata. Bayangkan, kacamata adalah barang terakhir yang saya lepas sebelum tidur dan barang pertama yang saya pakai begitu bangun. Dan sudah tak terhitung berapa kali saya lupa melepas kacamata waktu tidur. Waktu mandi, kacamata juga barang terakhir yang saya tanggalkan dan barang pertama yang saya pakai setelah handuk.
(more…)