Perbaiki Gentengnya, Jangan Beli Ember Baru…
Surat Terbuka untuk Kita Semua
Awalnya, saya mau menulis Surat terbuka untuk Bapak Menteri, tapi saya
pikir ulang, ternyata seharusnya untuk kita semua.
Edy Sutrisno, dengan menahan kegeramannya, menyiarkan berita kebodohan
itu: Tol ke Bandara akan Ditinggikan. Edy bilang, Jasamarga berencana
akan meninggikan badan jalan tol dan melebarkan badan jalan tol
selebar 3,5m. Saya tiba-tiba terhenyak. Kebodohan apalagi yang hendak
dilakukan pemerintah?
Sepanjang yang saya tahu, sepanjang kanan dan kiri tol Bandara (Tol
Sedyatmo) adalah sebagian lahan basah yang masih tersisa di Jakarta.
Masih kata Edy, jika jalan tol ditinggikan tidak ada masalah dari segi
ekologis, karena tidak mengurangi lahan basah yang ada, yang akan
bermasalah adalah penambahan lebar jalan tol karena akan otomatis
mengurangi luasan lahan basah (hutan rawa mangrove) yang ada.
Solusi (?) yang diambil Jasa Marga, menunjukkan kebodohannya. Sangat
bodoh. Solusi yang diambil Jasa Marga mirip dengan penanganan genteng
bocor di sebuah rumah. Bukan gentengnya diperbaiki, tetapi malah beli
ember untuk menampung air dari atap…
Saya posting juga di blog saya, http://wandi.web.id
Dan Petisi Menolak Tol Bandara Dilebarkan bisa ditandatangani di:
Pernah denger Nyi Roro Kidul? Konon, penguasa laut selatan Jawa ini pernah ke laut utara. Sayangnya, dia ditolak masuk dan dihantam badai. Begitu parahnya badai itu, hingga kapalnya pecah. Dapurnya terlempar ke udara, jatuh ke lautan dan menjelma menjadi Pulau Bokor. Nyi Roro Kidul sendiri terhempas dan kondenya jatuh terberai, hingga menjadi Pulau 
