Archive for the ‘Intermeso’


T3

Minggu lalu, saya berkesempatan melakukan review dan evaluasi keberadaan Terminal 3 di Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta, beberapa hari sebelum diresmikan oleh Presiden Yudhoyono. Saya melakukan aktifitas ini dalam porsi saya sebagai penilai independen yang laporannya bersifat terbuka untuk publik dan tidak terpengaruh dengan policy pengelola bandara.
(more…)

Puasa

Konsultan

sebuah cerita dari HB dan BB di NAD

Di sebuah hari yang terik, seorang bapak tua (Pak Badu, sebut saja begitu) sedang menggiring sekawanan sapi melintas jalan desa. Dari mobil mewah berlogo lembaga asing, keluarlah seorang bule. Sebut saja namanya John Doe. Dengan ramah, John Doe menyapa Pak Badu dengan Bahasa Indonesia ter-Cinta Laura terbata-bata, “Bolehkah chaya menebak jumlah chapi Andha? And if benar, chaya akan memincha cheekor chapi. How?”
(more…)

iNai

Semalam sebelum saya menikah -Ya! Saya sudah menikah-, ada acara yang disebut Ba Inai. Orang Jawa menyebutnya Midodareni. Ritual sehari sebelum pernikahan ini dilakukan karena MyRinda -istri saya- memiliki keturunan Sumatera. Malam Ba Inai adalah malam saat ber- atau memakai inai (pacar atau kuteks Arab). Acara ini dilakukan saat seorang gadis akan memasuki hidup herumah tangga. Jadi tanggung jawab orang tua terhadap anak perempuannya akan berpindah ke suaminya.
Inai dipasang di kuku, tangan dan lengan MyRinda -istri saya-. Modelnya berbunga-bunga begitu. Saya pun tak ketinggalan. Pada kuku jari jempol kedua tangan diberi inai. Kata seorang keluarga, itu sebagai tanda. Agar besok, saat pernikahan dilangsungkan, tidak ada pergantian mempelai pria. Karena sudah ditandai. Hahahaha…

(more…)

Soundtrack Perjalanan

Saya suka dan sering melakukan perjalanan. Dan, kebanyakan perjalanan yang saya lakukan menggunakan kendaraan umum. Salah satunya adalah bus. Nah, acapkali dalam bus dialunkan lagu-lagu cengeng. Bukan sekedar cengeng, namun juga melengking-lengking. Biasanya, dalam satu album terselip satu-dua lagu cengeng melengking berbahasa daerah.

(more…)

Blog Ini Tidak Dijual!

Maaf buat para penawar yang sudah menaksir blog saya melalui Bussiness Opportunities Weblog, blog saya tidak dijual.

Meskipun harga pasaran blog saya ini murah, hanya $6,209.94, bandingkan dengan blog Dudi G. Kartasasmita yang mencapai $37,000 lebih, namun saya masih bangga memiliki blog ini.

Sekali lagi, maaf, blog ini tidak dijual. Namun Anda bisa ikut memilikinya dengan berbagi bersama. Baik content maupun usulan dan segala masukan.

Terima kasih.

Burung Koordinator v2

Ternyata, kisah Burung Koordinator yang pernah saya tulis, ada versi lainnya. Sebenarnya bukan versi lain sih, tepatnya cerita yang mirip muatannya. Cerita ini saya dengar dari Mey My Rinda. Istri saya.

Begini ceritanya.

(more…)