Archive for the ‘Renungan’


Dewan Pembina Sinetron Republik Indonesia

dari sebuah diskusi di DIY, dengan IA dan RJ.

Dewan Pembina dalam sebuah struktur yayasan, tak ubahnya seperti sinetron. Mereka suka mengumbar mimpi-mimpi, wacana dan konsep yang absurd.  Menampilkan  keglamouran dan keindahan masa depan: civil society. Menghamburkan ilusi, menabur  utopia: masyarakat sipil yang berdaya. Bandingkan dengan sinetron kita: wajah-wajah cantik tak berdaki, tubuh mulus yang tak pernah luka, rumah mewah dan tidak ada derita selain rebutan pacar.
Keduanya sama: tidak membumi.
(more…)

Rem

Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Ferrari yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar.
(more…)

Penjiplak dan Peniru

Apakah  penjiplak skripsi dan pemalsu Rolex itu sama? Kebanyakan dari kita akan menjawab bahwa keduanya sama. Keduanya melakukan perbuatan terburuk: memalsu, meniru dan mengelabui. Tentu saja, perbuatan yang dilakukan oleh penjiplak skripsi itu adalah perbuatan tercela, hina dan nista.
Padahal, sesungguhnya, penjiplak skripsi dan pemalsu Rolex adalah dua profesi yang sangat berlawanan. Sangat kontradiktif.
(more…)

Atas Nama Ayat Suci dan Atas Nama Cinta

Orang, setidaknya saya, kalau sudah ada maunya, segala cara serasa halal ditempuh. Mau menikah lagi,  pinjem ayat suci untuk melegalkan hasrat bercumbu. Mau mengawini banyak wanita, poligami, menabur ayat suci untuk mengesahkan keserakahan.

Parahnya, ayat suci yang sudah dijadikan kemasan keserakahan itu kini laris manis.

Dua Sisi Mata Uang

Lihat, hanya dengan melihat dari sisi yang berbeda, maka kesan yang muncul akan sangat berbeda. Laiknya dua sisi mata uang. Hmmm… Saatnya kita memilih, mau dari sisi mana kita memotret kehidupan yang kian hari kian rumit lengkap ini.
Coba perhatikan beda sisi cerita-cerita di bawah ini, lalu tentukan, mau sisi mana yang kita pakai?

(more…)

Mek Komputer Tok

Mek, dalam Bahasa Jawa, artinya hanya. Mek komputer tok, artinya hanya komputer saja. Kalau diucapkan dengan penekanan tertentu, bisa juga berari Mac. Mek dalam tulisan saya berarti Mac.
Konon, ada orang pernah berkata. Di seluruh dunia ada dua golongan pengguna komputer. Pertama, golongan orang-orang yang menggunakan Mac. Dan kedua, golongan orang-orang yang ingin menggunakan Mac.
(more…)

Sumbu Pendek

Hari ini, sambil ngopi-ngopi dengan salah satu moderatornya, saya membaca arsip milis Jurnalisme. Salah satu posting yang cukup menggugah saya adalah kisah seseorang yang habis berantem dengan sopir taksi karena uang lima ratus rupiah. Posting ini sepertinya berasal dari di luar milis yang di-forward ke milis Jurnalisme.

Posting itu ditanggapi dengan tambahan istilah “sumbu pendek”.

(more…)