Dewan Pembina Sinetron Republik Indonesia
dari sebuah diskusi di DIY, dengan IA dan RJ.
Dewan Pembina dalam sebuah struktur yayasan, tak ubahnya seperti sinetron. Mereka suka mengumbar mimpi-mimpi, wacana dan konsep yang absurd. Menampilkan keglamouran dan keindahan masa depan: civil society. Menghamburkan ilusi, menabur utopia: masyarakat sipil yang berdaya. Bandingkan dengan sinetron kita: wajah-wajah cantik tak berdaki, tubuh mulus yang tak pernah luka, rumah mewah dan tidak ada derita selain rebutan pacar.
Keduanya sama: tidak membumi.
(more…)

