Kami berdua, aku dan Bunga, sudah pasti saling mencintai saat Mawar menyeruak dalam hatiku.
Sehari setelah mengakhiri hubungan dengan Bunga, aku dan Mawar meresmikan rajutan kasih. Kami berdua tenggelam dalam lenguh dan desah kebahagiaan. Hari demi hari kami lalui tanpa sekalipun terasa garing, mengingat dia adalah sosok khas kelas menengah pekerja ibukota. Bermalas-malasan berdua di hari Minggu sebelum nge-mall. Nonton musik live bersama anak-anak muda di hari Senin. Selasa, Rabu dan Kamis seakan menjadi ritual wajib bagi kami untuk berada dari satu mal ke mal, satu cafe ke cafe lainnya, satu warung ke warung. Wisata kuliner yang menyenangkan. Teman-teman kami juga sudah tahu jika setiap Jumat malam sampai Minggu pagi kami berdua pasti sedang backpacker ke kota-kota kecil. Atau barangkali tengah ngumpet di kamar kecil sebuah penginapan di ujung kota. Larut dalam keringat.
(more…)