Archive for the ‘Ga Penting’


Banner yang Tulus

Selama sebulan penuh, yakni bukan Agustus 2008, saya mengganti template banner menjadi bernuansa merah putih. Bukan hanya banner, namun juga tagline-nya saya sesuaikan dengan semangat 17-an. Bukan apa-apa. Hanya ingin menyemarakkan saja suasana 17-an yang lebih menggigit.
Saya sebenarnya malu meramaikan 17-an yang agung hanya dengan banner. Namun, setidaknya saya bangga bisa menyemarakkan dengan ketulusan dan semangat ke-Indonesia-an. Bukan dengan korupsi, pidato atau kejahatan melawan kemanusiaan. Mending masang banner merah putih dengan tulus. Daripada pasang pin PNS dengan dada membusung karena arogan serta perut membusung karena makan duit haram. Daripada pasang plat anggota DPRD/Polri/TNI dengan mentereng serta arogan karena merasa bisa melibas jalan semaunya. Daripada pakai ring tone atau ring back tone lagu wajib namun dipakai untuk mengatur transaksi korupsi.
Saya bangga dan tulus dengan banner yang baru di blog ini.

Merdeka!

Terkait Tetangga Sebelah

Jika ada gajah beradu, pelanduklah yang mati di tengah-tengah, kata guru Bahasa Indonesia saya suatu ketika.  Namun, ungkapan itu kini tak lagi manjur. Sebab, jika ada masalah di antara kita, yang paling repot bukan lagi pihak yang lebih kecil. Yang menjadi seksi sibuk dalam sebuah masalah adalah Pihak Terkait. Tidak percaya? Simak beberapa kalimat berikut ini, yang saya yakin, sering kita dengar dalam keseharian.
(more…)

iNai

Semalam sebelum saya menikah -Ya! Saya sudah menikah-, ada acara yang disebut Ba Inai. Orang Jawa menyebutnya Midodareni. Ritual sehari sebelum pernikahan ini dilakukan karena MyRinda -istri saya- memiliki keturunan Sumatera. Malam Ba Inai adalah malam saat ber- atau memakai inai (pacar atau kuteks Arab). Acara ini dilakukan saat seorang gadis akan memasuki hidup herumah tangga. Jadi tanggung jawab orang tua terhadap anak perempuannya akan berpindah ke suaminya.
Inai dipasang di kuku, tangan dan lengan MyRinda -istri saya-. Modelnya berbunga-bunga begitu. Saya pun tak ketinggalan. Pada kuku jari jempol kedua tangan diberi inai. Kata seorang keluarga, itu sebagai tanda. Agar besok, saat pernikahan dilangsungkan, tidak ada pergantian mempelai pria. Karena sudah ditandai. Hahahaha…

(more…)

108

Pengguna telekomunikasi di Indonesia, pasti tahu fungsi nomer 108. Sebuah nomer telepon yang digunakan untuk kebutuhan informasi. Meskipun menyediakan banyak informasi, namun sudah menancap di benak pengguna telekomunikasi, bahwa layanan 108 adalah tempat menanyakan nomer telepon seseorang atau sebuah alamat.
Kita hanya perlu menekan 108 di ponsel atau telepon rumah. Lalu tersambung dengan petugas call center. Anda tinggal menyebutkan nama atau alamat, maka petugas akan memberitahu nomer teleponnya.
Nah, kini saya merasa, saya adalah 108.
(more…)

Soundtrack Perjalanan

Saya suka dan sering melakukan perjalanan. Dan, kebanyakan perjalanan yang saya lakukan menggunakan kendaraan umum. Salah satunya adalah bus. Nah, acapkali dalam bus dialunkan lagu-lagu cengeng. Bukan sekedar cengeng, namun juga melengking-lengking. Biasanya, dalam satu album terselip satu-dua lagu cengeng melengking berbahasa daerah.

(more…)

NGO: Nih Gagalnya Organisasi

Saya tergolong newbie di dunia LSM atawa NGO. Belum lebih dari 3 tahun saya terlibat aktif. Memang, di Malang dulu saya sempat masuk dalam dunia NGO. Namanya Khatulistiwa. Saya terlibat di Khatulistiwa diajak oleh Mas Bambang, Uconk, Mbak Dyah dan Bachtiar. Merekalah yang mengajari saya meta plan, memfasilitasi, cara kerja dan semangat volunter serta manajemen NGO. Thx guys! I do miss u all. Termasuk juga para volunter yang tergabung dalam Mitra Alam Khatulistiwa (Tralawa), PLAT N (Peduli Lingkungan -T-nya apa ya?- Ngalam), Yayasan Semesta Biru, Pakarti (Pendidikan Keanekaragaman Hayati) dan MAS FM.
Kini, Khatulistiwa sudah lelap dalam tidur panjangnya. Tapi semangatnya masih kami abadikan dalam sebuah situs bernama www.khatulistiwa.info.
(more…)

Tuhan Pun Baca Blog

Dalam posting ini, saya tidak akan mengomentari komentar salah satu pakar telematika pelawak digital mengenai blogger yang identik dengan perusak situs-situs di Indonesia. Namun, saya akan bercerita mengenai jawaban salah satu posting saya, dari Tuhan. Intinya, bagaimana sebuah blog bisa menjadi ajang antara Tuhan dan umatNya.

Begini ceritanya.
(more…)